Kehidupan Sang Tukang Cukur


Mantri, baru berusia 19 tahun. ia bekerja sebagai tukang cukur rambut. orang aseli tasikmalaya ini, cuma lulusan SMP. dia ngga melanjutkan ke SMA karena kondisi ekonomi keluarga. dia terpaksa membantu kedua orang tuanya untuk mencari penghasilan. dari hasilnya mencukur ia membantu ketiga adiknya yang sekolah.

tempat cukurnya, jg digunakan untuk tidur. setiap bulan dia harus membayar biaya sewa kepada sang mpunya sebesar 100 rb rupiah. sehari, rata-rata penghasilan dari mencukur rp 50 rb. dengan tarif sebesar 6000 sekali cukur, rata-rata pelanggannya yang datang 8 orang. biaya untuk kebutuhan sehari-hari sebesar 35 ribu, termasuk makan 3x dan uang rokok.

selama seminggu, dia harus bekerja non stop (g ada hari libur). dia baru menutup tempat kerjanya, saat pulang kampung atau saat dia sakit. hal ini dilakukan  terpaksa, karena harus mengejar target untuk membayar kontrakan, makan dan kebutuhan lainnya.

dengan kondisinya saat ini, mantri merasa gundah. penghasilannya yang pas-pasan, desakan umur yang mengharuskan ia konsen untuk segera berkeluarga. di kampungnya, seusia mantri sudah umum laki-laki menikah. mantri layak khawatir, karena dengan penghasilannya yang tidak seberapa, terbesit pertanyaan "adakah ada yang mau dengannya?"🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s