Bulan: Februari 2008

Prosedur Tilang di PN Jakarta Selatan

kelar dompet kehilangan, satu lagi kejadian g mengenakkan terjadi padaku. q kena tilang gara-gara belok ke jalur cepat di Jln. Sudirman – Jakarta. ceritanya bermula saat mo brangkat kerja. sambil membonceng kak Sofie, yang always ikut tuk dianterin ke tempat kerjanya HSBC Amanah di Wisma Metropolis, jln Sudirman. deket semanggi flyover, q tanyakan ama kak Sofie,

“lewat mana?”.

“Belok ke kanan (Jalur cepat ke arah semanggi flyover)” katanya.

q sempat ragu, masa iya bisa lewat jalur cepat? karena ada satu pengendara sepeda motor yang lewat dan g dicegat ama pak polisi, aku pikir emg bisa lewat jalur itu. so, q belokkan sepeda motorku ke jalur cepat. tiba-tiba polisi yang berada pas di depan, memberi aba-aba untuk menepi. q tepikan sepeda motor.

“sudah pak berapa pak? adek saya baru datang dari Surabaya ke sini (jakarta)” kata kak sofie. mungkin kak sofie g ingin aku telat, apalagi q baru masuk kerja satu hari.

entah g tau kenapa, tiba-tiba pak polisi dengan nada tinggi ngomong: “Di sini bukan Surabaya mb, jangan seenaknya aja menyamakan dengan yang di sana” kata pak polisi dengan nada kesal. oo ternyata pak polisi kesal dengan omongan kak sofie. heheheh…

surat-suratku di periksa. STNK ku keluarkan, print sim (kebetulan q scan) dan surat keterangan kehilangan SIM dkk q kasikan ke beliau.

“pak! klo g boleh lewat sini kenapa g ada papan pengumumannya?” q emg g tau, papan pengumuman tersebut letaknya di mana.

“ada koq. sebelum tugu air mancur di daerah senayan” kata beliau

sambil baek-baikin pak polisi, q bilang “pak saya minta maaf, klo kakak saya seperti itu. mungkin dia g ingin aku dapat masalah, makanya dia begitu”

“benernya, kamu saya  akan lepas klo seandainya mb mu g gitu” tambah pak polisi

“iya pak! saya sekali lagi minta maaf ya?!” sambil menulis di slip merah

“pak saya minta slip biru dunk!”

“g ada! saya belum di kasih kepercayaan sama atasan saya” kata beliau.

ah masa iya seh belum di percaya? padahal seharusnya seorang petugas klo mo nilang, harus ngasih opsi. mo slip merah (nyangkal g salah) or slip biru (mengaku salah, telah melakukan pelanggaran). ah sudahlah dari pada ntar tambah ruwet, q trima ajah slip merah, walaupun dengan berat hati kemudian cabut.

Ambil STNK di PN Jakarta Selatan

sidang di surat tilang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan – Jl. Raya Ampera, tanggal 05 jan 08, jam 10:00. q brangkat kesana jam 09:00. nyampe di PN q di tawari ama calo.

“mo ngambil apa mas? SIM or STNK?”

“Oo. saya mo ketemu ama orang” q jawab sekenanya karena q tau, itu pasti calo. q g ingin pake calo, krn q pengen bisa ngurus sendiri.

q jalan ke gedung, ada orang yang duduk di depan pintu, klo sidangnya di buka jam 9:30. orang tersebut ngajak ke loket untuk ngambil nomer antrian sidang. q kasikan slip tilang dan dapet no antrian 136. wuih.. sidang belom buka, antriannya udah seabrek :D q sempat khawatir klo-klo bakal nunggu lama.

nunggu beberapa menit, akhirnya tiba waktu sidang di buka. pak hakim datang bersama para staffnya. di ruang sidang, sempat terjadi kegaduhan, karena yang dipanggil no. acak. awalnya no antrian 122, trus acak. ada yang nyeletuk “wah yang rugi yang dapat no antrian paling awal dunk” katanya. ternyata yang di panggil acak tersebut, yang barangnya kosong. alias belum disetor berkasnya (STNK or SIM g ada di pengadilan) :D .

sidang kemudian dilanjutkan dengan memanggil berdasarkan antrian, dimulai dari no 1 dst. hakim membacakan jenis pelanggaran, kemudian membacakan besar dendanya. semua berlangsung dalam hitungan detik, paling lama mungkin 1 menitan. ada yang ngga diketahui jenis pelanggarannya, ada perwakilan, ada juga yang data tulisan di sim g kliatan.

besaran denda sepeda motor sempat aku catat:

  • tidak membawa SIM Rp. 50.600,-
  • tidak membawa SIM + STNK Rp 80.600,-
  • Melanggar Marka, Ngga pake helm, masuk jalur cepat dst Rp. 30.600,-

waktu q disidang, pak hakim tanya pelanggaran apa? SIM, STNK, Or g pake helm? aku bilang masuk jalur cepat. pak hakim menuliskan denda Rp. 30.600,-

ah mungkin pak hakim g bisa baca tulisan polisi yang menilangku. apalagi pelanggaran di surat tilang, g bisa q baca karena g jelas fontnya :D . makanya pak hakim ngawur waktu membacakan jenis pelanggaranku.

setelah sidang q ke blakang tuk antri, prosesnya sebentar g sampai 5 menit udah dipanggil. q bayar dan ambil STNK yang ditilang, lalu ku cabut pulang )

Iklan

Hilang Dompetq Sayang …

yang namanya musibah, g ada yang tahu kapan datangnya. seperti yang kualami tanggal 17 januari 2008 kemaren. dompet yang berisi duit Rp. 250 rb, KTP, SIM, ATM BCA, BNI, dan Mandiri hilang. diperkirakan hilangnya dompet itu, antara jam 13:00 – 18:30 WIB. jam 13:00 sebelum brangkat untuk interview, dompet q masukin ke saku celana.

rencanya duit rp 250 rb, mo ku transfer ke rekening bank jatim temen. kebetulan duitnya emang dipercayakan tuk disimpan di bank. temenq g ingin klo dia yang megang, duitnya habis dia belanjakan. itulah kenapa dia titipin ke aku. sekarang duit itu hilang bersama dompet seisinya. g tau gimana caranya, q bisa ngembalikan duitnya itu. padahal, saat itu dia lagi butuh-butuhnya, tuk digunakan buat biaya berobat adeknya.

back to topic…

benernya ketahuan klo dompetku ilang, keesokan harinya (tgl 18 jan 08). q cari-cari di saku celana, tas dan tempat lain, ternyata g ada. rute yang kuambil, waktu brangkat dari rumah (mo interview) dari rm harsono – raya ampera – kemang selatan – kemang – raya kemang – prapanca – blok m (iskandarsyah) – hasanuddin – pattimura – stc – rukan permata senayan. disini cuma interview kemudian balik. rute pulang: rukan permata senayan – patal senayan – asia afrika – gerbang pemuda – gatot subroto – mampang – warung buncit – rm harsono – rmh. waktu balik cuma singgah sebentar, tuk makan tongseng di mampang.

surat kehilangan kuurus di polsek pasar minggu, pada hari sabtu. waktu di polsek, q dilayani polisi muda. entah karena dia mungkin g terbiasa pake komputer, surat kehilangan yang seharusnya bisa kelar cepat, ternyata harus ditunggu lama. kelihatan sekali dari cara mengetiknya, yang menggunakan 11 jari :D. benernya saat itu q pengen nawarin tuk ngetikin (males banged liat orang ngetik lama). berhubung g pengen bikin dia tersinggung q urungkan niatq. q jg tanyakan kenapa font yang di pake g sama? (font dari template aseli arial, sedangkan yang dia ketik menggunakan times new romans) dia bilang klo itu udah standar kek gt katanya. heheheh… q jd ketawa dalam hati, benernya polisi ini ngerti ngga sih? 🙂 sebagai rasa trima kasih, krn udah dibikinin surat kehilangan, q ngasih duit rp. 20 rb. mo ngasih dikit g tega n sungkan 🙂