Tahun Baru Hijriah: refleksi dan perenungan diri


tahun 2007 baru saja kita lalui. di berbagai kota dunia, bahkan di desa sekalipun di gelar acara menyambut tahun baru. banyak pedagang musiman menjual terompet di pinggir-pinggir jalan mereguk untung untuk momen sesaat. tak ketinggalan, acara-acara mulai dari konser, di gelar dengan meriah. tak sedikit orang yang mengikuti pesta tersebut. mereka tumpah ruah datang ke acara. puncaknya adalah dengan diluncurkannya kembang api pada pukul 00:00, saat berlangsung pergantian tahun 2007 ke tahun 2008.

selain kegiatan yang di atas, ada juga yang melakukan acara berbeda. seperti mengadakan acara di tempat ibadah, seperti di masjid-masjid. mereka melakukan kegiatan dizikir bersama, dalam rangka perenungan dan introspeksi. bahkan presiden, orang nomor satu di RI ikut menyambut di masjid.

tradisi menyambut tahun baru dimaksudkan untuk meninggalkan segala yang buruk. mereka menggunakan kembang api agar kekuatan negatif tidak ikut serta di tahun baru. mereka percaya, suara yang keras akan membuat roh-roh dan nasib sial akan lari dan menjauh. itulah sebabnya ketika digelar acara menyambut tahun baru, mereka menggunakan kembang api dengan suara dentuman yang cukup keras.

acara menyambut tahun baru sah-sah saja dilakukan. namun, harus juga memperhatikan kondisi. banyak bencana terjadi pada saat pergantian tahun baru. seperti misalnya banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai begawan solo. sebagian besar daerah yang di lalui oleh sungai begawan solo, seperti daerah bojonegoro terendam banjir. banjir yang terjadi diakibatkan oleh hujan yang terus menerus mengguyur, sehingga sungai tidak mampu menahan luapan air.

seandainya kita mau dan ikut prihatin. dana yang digunakan untuk membeli kembang api dikumpulkan, lalu disumbangkan untuk korban banjir. tentu saja akan lebih bermanfaat.

dalam rangka menyambut tahun baru hijriah 1429 H – 2008 M. sebagai muslim kita akan lebih baik jika melakukan instrospeksi diri. apakah hari-hari sebelumnya sudah lebih baik dari hari ini, atau sebaliknya?. bagaimanapun juga momentum pergantian tahun baru merupakan hal yang terkait dengan waktu. dan kita tidak akan bisa kembali ke masa lalu. semakin banyak waktu yang kita habiskan, semakin sedikit umur yang tersisa. ibarat rokok, suatu saat akan habis terbakar. sama seperti kita, yang hidup-pun akan segera mati karena waktu terus berjalan, tidak berhenti.

hal yang terpenting adalah, apakah yang telah kita lakukan di dunia, selama kita hidup. apakah kita menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain ataukah kita hanya menjadi orang yang tidak punya kontribusi apa-apa. tentu saja saya yakin, Anda akan ingin menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain, walaupun itu cuma 1 kali saja.

semoga di tahun 1429 H kita menjadi orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s