Bulan: Desember 2007

Posesif Vs Tindak Kekerasan

oleh Sawitri Supardi Sadarjoen psikolog 

Orang posesif adalah orang yang memiliki kecenderungan menahan dan mengikat apa pun yang dia rasa dia miliki, baik berupa obyek materi, seperti rumah, mobil,
dan perhiasan, maupun subyek nonmateri, pacar, suami/istri, anak, dan ibu.
Orang ini akan melindungi miliknya dengan segala daya dan upaya. Tidak satu pun
orang lain dibolehkan, katakanlah, menyentuh atau bahkan memandang sekalipun.
Dia adalah juga orang yang kikir/pelit.

Yang menjadi persoalan adalah sikap posesif yang ditujukan pada subyek
nonmateri, situasinya menjadi semakin kompleks. Penyebabnya, subyek nonmateri
adalah seseorang yang bernyawa, punya kemauan dan punya kebutuhan yang sifatnya
personal, sehingga subyek nonmateri tersebut akan bereaksi dan selalu berupaya
memenuhi kebutuhan dan kemauannya sendiri pula. Peluang terjadi bentrokan menjadi besar. Sikap posesif tersebut secara ekstrem akan tertuju kepada pacar/istri. Cinta, perhatian, waktu, dan konsentrasi pacar/istri hanya boleh ditujukan kepada dirinya seorang.

Kasus 

"Aduh, Bu, dada saya sesak sekali rasanya. Sejak pacaran dengan si B saya
benar-benar dibuatnya tidak bebas. Dia setiap hari me-"nongkrongi" saya, entah
saat saya kuliah, belajar bersama teman, pergi ke tempat kebugaran, sampai
berkunjung ke rumah nenek pun tahu-tahu dia sudah ada di halaman rumah nenek,
menunggu saya dan siap mengantar saya pulang.

Saya punya beberapa teman belajar yang akrab sehingga terkadang kami bercanda
saling dorong, saling tepak, tanpa maksud-maksud buruk. Namun, sambil menunggu
saya selesai belajar, rupanya dia memerhatikan polah teman-teman saya.
Sepulang dari belajar, pasti saya kena damprat. Dia marah, kelihatan sangat
cemburu, dan menuduhkan hal-hal yang tidak masuk akal. Pada awalnya, saya
berani melawan dengan menantangnya untuk "putus", tetapi apa yang dia lakukan?
Dia tampar saya, dia sodok pinggang saya sampai saya betul-betul kesakitan.
Kalau saya sudah menangis kesakitan, dia akan minta maaf dan memohon-mohon
untuk tidak diputuskan. Dia bilang sangat mencintai saya dan tidak bisa
melanjutkan hidup tanpa saya.

Kalau sudah sedemikian rupa, saya menjadi trenyuh dan sering terayu kembali
sehingga tidak tega memutuskan karena dia memohon sambil menciumi kaki saya
dengan menangis pula. Kami berbaikan kembali. Hal ini terjadi berulang kali.
Pada dasarnya saya juga sangat mencintainya, saya juga takut putus hubungan
dengannya, jadi selalu sambung lagi-sambung lagi walaupun saya sering sangat
tersiksa, terkekang oleh perlakuannya.

Ibu, hal lain yang ingin saya ceritakan adalah kecuali menyiksa fisik, tidak
segan pula dia memaki dan mencerca saya. Sering saya dikata-katai seperti
"dasar lonte", "dasar pelacur", dan banyak lagi kata-kata kotor lainnya. Kalau
dia mencintai saya, kok begitu perlakuannya, ya, Bu?

Apa yang harus saya lakukan, Bu? Apakah saya harus menikah dengannya? Tetapi,
kalau saya tidak menikah dengannya, bagaimana keadaan saya, Bu? Terus terang
saya sudah melakukan hubungan intim dengannya, siapa lagi laki-laki yang mau
menikahi saya, Bu?" Demikian S (22), mahasiswa semester 6 dengan bercucuran air
mata.

Dinamika 

Orang posesif pada dasarnya adalah orang yang tidak yakin diri, tidak percaya
diri, sehingga bila ada yang mencintainya dan mau menerima dirinya sebagai
pacar, maka dia akan menguasai pacarnya karena selalu diliputi ketakutan
kehilangan rasa cinta pacar.

Dia tidak ingin hubungannya terganggu kehadiran orang lain, apalagi orang
laki-laki. Dia akan membatasi pergaulan pacarnya, mengawasi perilaku pacarnya,
dan merasa cemburu sekali bila dia melihat pacarnya bahkan hanya tersenyum
sekalipun dengan kawan lawan jenis yang bertemu di jalan.

Keinginannya membuat pacarnya jera melakukan perilaku yang tidak diinginkannya
dinyatakan dengan hukuman fisik dan mental. Dia berharap dengan demikian,
pacarnya akan patuh walaupun karena takut dipukul olehnya. Orang posesif yang
sangat mencintai pacarnya dan merasa kurang diperhatikan pacarnya justru
membuat dirinya sering terpicu melakukan tindak kekerasan, baik yang bersifat
emosional dan/atau fisik dengan tujuan membuat pacarnya jera.

Solusi 

Masalah yang dihadapi S memang masalah yang benar-benar sulit. Di satu sisi S
mencintai pacarnya, pada sisi lain dia sekaligus meragukan sejauh mana rasa
cinta kasihnya diterima pacarnya mengingat dalam kenyataannya bukan rasa
tenteram berdampingan dengan pacar, melainkan tegang oleh gugatan perilakunya
yang tidak disetujui pacarnya, kecemburuan tanpa dasar, dan sering berakhir
dengan cercaan bahkan hukuman fisik.

Masalah menjadi sangat dilematis karena S telanjur melakukan hubungan intim
dengan pacar yang posesif tersebut. 

Alternatif solusi yang harus S lakukan antara lain sebgai berikut. 
1. Bila mungkin, ajaklah pacar berkonsultasi pada psikiater atau psikolog
klinis agar kesulitan psikologisnya dapat terbantu. 
2. Berikanlah ancaman tegas untuk putus bila terjadi tindak kekerasan satu kali
lagi disertai daya yang kuat untuk memantapkan ketegaran batin diri S sendiri
bila benar-benar putus hubungan mengingat S pun merasa sangat mencintai
pacarnya tersebut.
3. Bila pacarnya menuntut hubungan intim, S harus menolak tegas dengan
pertimbangan peluang masalah akan semakin rumit bila dari hubungan tersebut
terjadi kehamilan di luar nikah.
4. Yang paling tepat adalah segera memutuskan hubungan dengan tegas karena bila
sebagai pacar dia sudah berani melakukan tindak kekerasan, peluang untuk
perilaku yang semakin sadis akan terbuka lebar saat terikat tali pernikahan.
Cemburu memang bukti cinta kasih, tetapi cemburu berlebihan dengan dasar
posesif merupakan salah satu gejala gangguan mental yang bisa mencelakakan
pasangan.

Jadi, waspadalah dalam memilih pasangan dan waspadalah terhadap penyesalan
kemudian oleh hubungan intim di luar ikatan pernikahan.

sumber: http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg28355.html

Iklan

The One

Entah sudah beberapa kali dia membangunkanku di tengah malam. di saat semua orang terlelap tidur, dia hadir mengingatkan untuk menjalankan sholat malam. saat belum tidur, dia selalu berpesan “jangan bangun sebelum kubangunkan, janji g boleh bangun sebelum ku bangunkan!”

ngga seperti biasanya, dia g mc seperti malam-malam sebelumnya. ditelp juga g diangkat. ada apakah gerangan? ah mungkin dia kecapean, atau tertidur gara2 hari sebelumnya melekan ngerjakan tugas? hmmm.. who knows!

ketika dia g mc sampai lewat jam 3, biasanya q g akan mc dia. alasannya karena q g ingin mengganggu istirahatnya. biarkan ia tidur nyenyak, agar besok dia fresh kembali. kadang kala ketika dia g dibangunkan, dia akan menelpon dan ngomong gini: “kamu jahat! knapa kamu g membangunkanku dini hari tadi (dengan mc)?”.

selama hidup, belum pernah q bertemu seseorang yang seperti dirinya. klo sakit g pernah mengeluh. ada kerjaan, dia kerjakan sendiri tanpa mau merepotkan orang laen. dia memang tipe ce mandiri, yang g mau menggantungkan dirinya ke orang lain. mungkin watak/karakternya terbentuk karena emg saudara kandungnya laki-laki semua.

menurutku dia jg wanita yang sabar. sering kali dia mendapatkan perlakuan kasar dari si co. tp dia berusaha untuk tidak memikirkan kata2 tersebut. namun, sesabar-sabarnya manusia, klo terus menerus diperlakukan tidak menyenangkan, amarahnya yang dia pendam suatu saat pasti dikeluarkan. dan memang wajar, karena dia juga manusia seperti kita.

suatu hari dia curhat. sambil menangis dia cerita klo dia g suka di perlakukan seperti itu. setiap kali dia telat reporting, dia selalu mendapatkan sms or call dengan kata-kata kasar. sang co tidak mao mengerti dia. yang penting kudu report walau apapun yang terjadi.

entah apa yang ada dalam benaknya. tak adakah keinginan untuk berontak? knapa dia selalu bersabar menerima perlakuan yang tidak menyenangkan? knp dia selalu mengikuti keinginan si co walaupun dengan sangat terpaksa? who knows!! kita g tau apa yang ada dibenak seseorang. mungkin dia lagi latihan untuk ketahanan diri, or pengen jadi orang yang sabar? heheh so husnuddlon ajah.

cerita berikutnya — eit, ni bukan nyeritain kejelekan orang laen, kt coba ngambil sisi pelajarannya, jangan sampe suami2 pada kasar ama istrinya  — pernah suatu hari, kondisi perutnya lagi parah (maklum ce lg dapet) si co bukannya mao mengerti, malah maksa-maksa tetep nyuruh si ce tuk pergi. ampe2 karena saking sakitnya si ce, seperjalanan pulang, mobil yang dikendarainya menabrak sepeda motor. karena udah kadung kalutnya dan dia pengen ada masalah, terpaksa uang di koceknya, dia berikan semua. klo g salah duit yg dikasikan, kurang lbh 300 rb cuma gara2 g pengen nambah masalah.

nah bwat bapak-bapak, yang punya bad habit, tlg introspeksi diri. klo g mao kejadian kek di atas menimpa istri anda. inget klo orang berbuat jelek, pasti bakal dapetin balasan. hukum karma itu pasti berlaku lho. balesannya klo g di dunia, ya di akhirat.

semoga saja, q dijauhkan dari sifat-sifat yang demikian.  amin 1.000.000 x

New Life on Jakarta

sudah ampir satu minggu di jakarta. q brangkat dari surabaya hari senen setelah di telp ama kk, nyuruh brangkat hari keesokan. berhubung tiket pesawat g ada, dan q g mao cape-cape naek kereta api yang menyita waktu (12 jam perjalanan, klo g salah). apalagi klo brangkat malam hari, beberapa kali ku mengalami situasi buruk. entah karena petugas KA yang menjajakan makanan, persis kayak pedagang yang membuatku terbangun karena suara mereka berisik, setelah sebelumnya cape-cape berusaha untuk tidur ato karena emg tempat tidur yang g nyaman (maklum bukan spring bed 🙂 ) ditambah dengan AC yang super dingin, bikin tubuh menggigil.

karena g memungkinkan tuk brangkat dadakan, dan q kudu nyiapin segala kebutuhan yang kuperlukan disana. g lucu kan pas di jakarta, kudu balik ke surabaya gara-gara barang yang kubutuhkan g ada. malem itu q siapkan list apa ajah yang bakal kulakukan besok (minggu, 16 Des 07). mulai dari bekup data dari PC, ngembaliin barang orang, nyiapin alat kek infrared, USB to Mini USB, ngemas pakaian dsb.

walaupun udah ku bikin list, tp masih ada ajah barang yang ketinggalan (kabel USB, partition magic). coba bayangin klo seandainya q g ada persiapan, langsung ngikuti saran kakakku bwat brangkat dadakan, tau sendiri kan apa yang akan terjadi?

waktu mo brangkat, pesawat adam air yang mo kunaeki didelay selama 1 jam. harusnya brangkat jam 17:20, jadi 18:20 WIB gara-gara cuaca jakarta buruk. di dalam pesawat, q pikir akan dikasih snek, ternyata penumpang cuma dikasi air. g kek naek lion air dl, waktu kita mao depart, kita di kasih permen tuk diemut. maklum tekanan udara di pesawat naek turun. klo kt g ngemut/nelen sesuatu telinga kita bakal sakit, karena tekanan udara tadi. y mungkin di kasih aer aqua biar bs ditelen juga kali y? heheh walaupun gt, q sempet gondok juga gara2 siangnya puasa, malemnya cm buka aer putih di pesawat. untungnya q bawa sale pisang dr rumah, kumakan diruang tunggu keberangkatan, jadi lumayan bwat ganjel perut. mao ke kantin di bandara, takutnya ketinggalan pesawat. soalnya nugguin pengumuman jadwal kebrangkatan pesawat.

sesampenya di Soekarno-Hatta q lsg ke halte, nungguin bis bandara. untungnya bis jurusan Pasar Minggu ada n lsg kunaeki. q kira masih ada tempat duduk kosong, ternyata udah pada penuh semua. terpaksa deh melantai pake koran, deket pintu keluar depan bis bareng pak kernet. untungnya waktu turun dari bis, q dijemput ama mb q di halte volvo. jadi g repot harus cari2 alamat rumahnya 🙂

walaupun udah di rumah kk, bkn brarti aman dari masalah. pertama q g tau jalanan jakarta, g tau t4 ATM (Mandiri, BNI n BCA) CDM BCA (bwat setor duit), rute lyn bis, warnet dan sebagainya. yang pertama jelasnya yang bs kulakukan adalah nyari peta bwat ngapalin jln. untung ada yang pny software Jak Map (Jakarta Map / peta jakarta). lumayan buat dipelajari. tapi, masih banyak kekurangan, kurang fleksible diliat (kudu ngidupin pc and peta yang kliatan cuma selebar layar monitor). lain cerita klo peta kertas, g butuh ngidupin pc, tinggal beber ajah dah kliatan semua. dengan peta itu q bs nandai jalan, fasilitas umum dsb. lebih efisien bukan?

beberapa warnet yang kudatangi, pertama di deket superindo pasar minggu, warnetnya make OS 98. selain susah ngedetek flash disk, komputernya juga lumayan lambat. tau sendiri kan perilaku win 98? klo kita teken CTRL + ALT + DEL lebih dari sekali, PC bakal restart. waktu itu PC warnet yang ku gunain bknnya restart, tp heng. oleh petugas yang jaga, di restart pake tombol reset. berhubung udah kadung bete –buka aplikasi lambat–, yawdah q tinggalin ajah tu warnet dengan bayar rp 1500. yang kedua, warnet deket rumah. hmmm lumayan cepet seh,tp yang jadi masalah klo bekerja dengan banyak aplikasi. masa aplikasi yang bs dibuka cuma 3 doank. ribetnya lagi klo mau buka beberapa aplikasi, kudu ngeclose salah satu. aduh bikin bete deh. misal: buka firefox, ama ym.. trus ada billing yang otomatis kebuka. nah pas mao liat catatan file di word atawa file text, kita kudu ngeclose salah satu aplikasi diatas, bisa firefoxnya atawa YM. ribet to? (g mungkin kan nutup billingnya? kasian tuh yang pny warnet, mendingan kt ajah yang rugi drpd warnetnya :D) selaen itu billingnya disetting tiap satu jam nambah 4 rebu. wedeww bikin bete 😦