Bulan: Oktober 2007

Jangan remehkan Instalasi Listrik

segala sesuatu yang dikerjakan asal-asalan, tanpa ilmu akan berdampak pada di kemudian hari. salah satu contohnya adalah planning yang g matang, ketika memasang instalasi listrik. bagi sebagian orang mungkin bukan merupakan hal yang penting, namun pengalaman yang mengajarkan bahwa hal tersebut tidak boleh dianggap sepele,  dan mutlak harus direncanakan sebelum berdiri sebuah gedung.

dirumah sendiri, kebetulan instalasi listrik dipasang bukan oleh yang ahli, tp oleh seorang tukang biasa, yang tidak mengerti cara dan standard instalasi listrik yang baik. karena yang masang tukang, denah instalasi, pembagian beban, rab dll pun g ada. jadilah instalasi yang asal pasang dan asal hidup. skr ketika timbul suatu masalah listrik dirumah, kita kesulitan mencari sumber permasalahan tersebut. mao gimana lagi, denah ajah g ada, kitapun yang pengen membenahi kesulitan menelusuri jalur instalasi listrik dirumah.

pada prinsipnya, parameter instalasi listrik suatu gedung dikatakan baek apabila memenuhi persyaratan:
– Ada denah instalasi.
jika terjadi trouble akan memudahkan mentrace sumber masalah, karena instalasi jelas
– pembagian beban untuk masing ruangan.
tentu saja ketika kita tidak menginginkan dalam listrik satu gedung mati karena terjadi korsleting listrik di bagian gedung lain. so itulah mengapa, beban dibagi-bagi ke dalam beberapa bagian
– Ground terpasang dengan baik.
– Pemakaian tipe kabel sesuai dengan standard
– Isolator baek
– dll (temen yang berkecimpung di bidang listrik mungkin mao menambahkan)

Iklan

Teman or Teman?

seorang kawan (si baek hati) bercerita, suatu ketika dia menyukai seseorang. acara pdkt pun dilakukannya, mulai kontak-kontakan dengan si ce, via call/sms. acara apel tiap minggu juga di lakukannya, walaupun tidak selalu tiap minggu. karena si ce berada di luar kota.

suatu saat ketika sahabat dekatnya penasaran ingin tau, apakah gerangan yang menyebabkan dia tersenyum bahagia –sebut saja teman dekatnya si culas–. si culas secara diam diam bertemu dengan si ce. dalam hati si culas menaruh rasa kepada si ce. si culas tidak mau mengungkapkan kepada si baek hati klo dia suka sama si ce. mungkin dia g ingin si baek hati sakit hati kepadanya. rahasia itu dipendam dari si baek hati. hingga suatu saat si baek hati tau.

setelah si baek hati tau klo si culas naksir ama si ce. si baek hati mulai berpikir. dengan pertimbangan yang matang akhirnya si baek hati memutuskan untuk mengundurkan diri, asal si culas mau menerima syarat, dia g boleh mempermainkan si ce — just having fun g boleh jg–. selain itu, dia tidak ingin klo hub persahabatan dengan si culas regang gara2 masalah ce, walaupun dalam hatinya ada perasaan mangkel.

beberapa bulan berlalu, rasa mangkel si baek hati pun akhirnya mereda. hubungan dengan si culaspun masih tetep baek-baek ajah. demikian pula dengan si ce, si baek hati malah jadi temen baek dan temen curhat. mungkin inilah yang dimaksud dengan sekali kayuh dua pulau terlampau.

klo kita tangkap hal tersebut hanyalah suatu kejadian yang biasa, namun syarat dengan pelajaran. coba pikirkan klo seandainya si baek hati tetep ngotot untuk mempertahankan si ce, mungkin saja hub dengan si culas akan meregang. bahkan mungkin menimbulkan dampak sesuatu yang tidak diinginkan, misal pertengkaran dsb.

"hanya dengan kesabaran hati dan kelapangan dada, kejernihan pikiran masalah akan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya."