Anak Angkat


kmaren saya berkunjung ke rumah temen. beliau adalah teman sekantor saya di satu divisi. saya kerumahnya karena dia minta tolong untuk memperbaiki PC-nya. katanya windowsnya g bisa booting.  saat proses booting windows slalu restart.

saya coba perbaiki dengan masuk ke save mode. windows ternyata restart lagi. lalu saya coba save mode with command prompt, with logging dst, tp windows tetep ajah ngga mao masuk. opsi terakhir saya gunakan ada booting dengan CD Windows lalu masuk ke repair mode. disitu saya ketikkan CHKDSK /R untuk memperbaiki file yang mungkin corrupt pada saat di baca ketika booting. setelah selesai saya restart kembali dan akhirnya bs masuk ke windows dengan lancar.

————-

yang ingin saya critakan disini bukan masalah fix winwdowsnya. akan tetapi obrolan singkat dengan temen saya tersebut.
saat itu saya tanyakan: "anak siapa ini?"
"anak orang dulu yang kos disini" katanya.
"lho bukan anak bapak?" kata saya.
"bukan!" katanya lagi

saya ngga tau klo anak laki-laki yang dia bawa adalah anak orang. saya pikir waktu saya ke rumahnya, anak tersebut adalah anaknya. eh ternyata bukan.

temen saya tersebut lalu bercerita. 5 tahun lalu ada pasangan suami istri yang berada satu kompek kos dengannya, mempunyai serang anak yg usianya 3 bulan.  pasangan suami istri berpamitan  mo pulang ke kampung halamannya selama 2 hari. bayi tersebut dia titipkan kepada temen saya lalu pasangan itu pulang.

selama dua hari pasangan tersebut oleh teman saya nantikan, akan tetapi pasangan itu tidak kunjung datang. hari berikutnya pasangan tersebut juga ngga datang. temen saya sebenernya ingin mengembalikan bayi yang dititipkan kepadanya, tapi dia ngga tau alamat kedua orang tuanya. hingga 4 tahun anak itu diasuh olehnya, ortu yang dinanti blum juga datang.

saat ini usia anak tersebut sudah 5 tahun. 7 bulan yang lalu ibu anak tersebut datang ke temen saya. dia mau mengambil anak tersebut. oleh temen saya ngga dia berikan. alasannya katanya ibu anak tersebut sudah cerai dengan suaminya. takutnya nanti suaminya datang untuk mengambil anak itu. selain itu dia denger klo 3 anaknya yang laen saat ini berada di panti asuhan. mungkin temen saya kasihan, dia ngga ingin anak yang dia asuh berada di panti. lebih baik dia saja yang mengasuhnya.

namun skr permasalahannya adalah bolehkah temen saya mengambil anak tersebut?? padahal orang tua datang untuk mengambilnya. dari segi hukum baik agama maupun UU bagaimana? temen-temen tolong kasih commentšŸ˜€

thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s