Kondom Amankah untuk HIV/AIDS?


KEPUTUSAN pemerintah mengizinkan pengoperasian mesin otomatis penjual kondom di berbagai kota sungguh sangat memprihatinkan. Hanya berdasarkan anggapan bahwa kondom dapat mencegah penularan PMS (penyakit menular seksual) lalu pemerintah melegalkan penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV AIDS. Benarkah kondom dapat mencegah penularan AIDS?

AIDS memang dapat menular melalui seks bebas (berganti-ganti pasangan di luar nikah), namun sebagian besar penularan AIDS di negeri kita terjadi melalui pemakaian jarum suntik kolektif di kalangan pemakai narkoba.

Fakta lain yang juga harus dicermati adalah hasil penelitian yang menyatakan bahwa ukuran virus AIDS (HIV) hanya 1/250 mikron sedangkan ukuran pori-pori kondom lateks antara 1/ingga 1/60 mikron. Dengan demikian, virus AIDS dapat menembus pori-pori kondom semudah kelereng menembus jaring yang lubangnya lebih besar dari bola basket. Tak kurang Direktur WHO Hiroshi Nakajima menyatakan, efekti-vitas kondom untuk mencegah penyebaran HIV diragukan. Lalu apa yang bisa diharapkan dari kemudahan mendapatkan kondom di ATM-ATM? Tentu kita tidak berharap ATM kondom menyebabkan perilaku seks bebas menyebar luas di tengah masyarakat kita. Tetapi itulah yang terjadi saat ini. Dengan kampanye kondomisasi dan "seks aman dan bertanggung jawab" generasi muda kita tengah dihancurkan secara fisik dan mental. [1]

coba kita simak pemaparan dr Firman Lubis, seorang ahli kesehatan masyarakat yang dikemukakan di harian kompas berikut:

Firman Lubis juga menegaskan bahwa kondom lateks yang beredar di pasaran tidak berpori-pori, bahkan dengan perbesaran 30.000 kali (dengan mikroskop elektron) ketika HIV mulai nampak, kondom tidak menunjukkan adanya pori-pori. "Jadi tidak benar HIV yang diameternya 0,1 mikron bisa menembus kondom lewat pori-pori, karena kondom lateks memang tidak berpori-pori. HIV akan menyebar lebih cepat jika ada penyangkalan. Pemberian informasi yang tidak benar tentang HIV/AIDS jelas tidak bertanggung jawab dan menyalahi salah satu butir utama Strategi Nasional Penanggulangan AIDS yang menyatakan, setiap orang berhak untuk mendapat informasi yang benar untuk melindungi diri dan orang lain terhadap infeksi HIV/AIDS," katanya.[2]

apakah benar kondom tidak memiliki pori?
seperti yang kita ketahui bahwa bahan kondom terbuat dari latex, –yang merupakan senyawa turunan hidrokarbon dengan proses poimerisasi– dengan pori-pori sebesar 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang dan akan menjadi 10 kali jika dalam keadaan meregang. sedangkan kita tahu bahwa virus HIV/AIDS memiliki ukuran sebesar 1/250 mikron, yang artinya virus HIV/AIDS akan dapat menembus pori-pori kondom dengan sangat mudah. masihkah kondom dikatakan cukup efektif untuk melawan HIV/AIDS?

Mungkin kondom efektif digunakan untuk mencegah PMS seperti Herpes, Gonorrhea dan Sifilis yang diameternya masing-masing 0,2 mikron; 0,5 mikron dan  0,5 mikron; karena memang diameternya lebih besar dari pori-pori kondom itu sendiri. namun siapa yang bisa menjamin Anda tidak akan tertular penyakit kelamin walaupun anda sudah menggunakan kondom untuk berhubungan seksual?

Efektifitas kondom

Saat ini, kegagalan penggunaan kondom untuk KB diduga mencapai 20%. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya terdapat 3,5 juta kehamilan yang tidak diinginkan dan 60% diantaranya minta untuk diaborsi. Apabila efektifitas kondom untuk kegunaan KB saja tidak 100% aman, apalagi untuk mencegah penularan HIV-AIDS. [3]

Menurut Prof. Dadang Hawari, psikiater yang juga pemerhati masalah AIDS, penggunaan kondom untuk pencegahan HIV/AIDS tidak 100% melindungi seseorang tertular penyakit itu. Kondom hanya mengurangi risiko penularan hingga  tinggal 30%, dengan catatan kondom dalam keadaan baik, tidak bocor, dan benar cara mengenakannya.

Sementara terhadap PMS, kondom bisa menurunkan risiko hingga menjadi 50-70%. Namun, siapa yang menjamin kalau risiko yang tersisa itu tidak singgah pada diri kita? Jadi, jangan lagi kaget kalau diantara penyuka plesir seksual ternyata juga tertular PMS atau HIV/AIDS, meskipun selalu mengenakan kondom setiap kali berhubungan seksual.[4]

Sumber:
[1] Seks Bebas dan Liberalisme Memprihatinkan, http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/012006/14/99suratpembaca.htm
[2] AIDS: Agama & Kondom, Kompas
[3] Kondom Tidak 100% Aman, http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=857
[4] Kondom, Mau yang Menyala atau yang Biasa?, http://www.kompas.com/kesehatan/news/0512/27/115306.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s